Rabu, 21 Desember 2016

Artikel DLH 2016

Penggunaan Biocharu ntuk Remidiasi Kontaminasi Tanah Oleh Logam Berat dan Polutan Organik


Masalah terbesar kerusakan lingkungan adalah pencemaran. Maraknya kasus pencemaran yang sebagian besar ditimbulkan oleh tindakan manusia berdampak buruk terhadap lingkungan hidup, tidak hanya merusak kelestarian lingkungan namun juga merusak ekosistem yang sudah ada karena menyebabkan kematian organisme dan mengganggu proses jaring-jaring makanan. Tindakan yang menimbulkan pencemaran seperti pembuangan limbah pabrik maupun limbah rumah tangga sembarangan, penggunaan barang-barang yang sulit diurai, dan tindakan penanggulangan sampah yang salah sehingga menimbulkan masalah pencemaran baru semakin memperparah keadaan lingkungan, padahal lingkungan hidup keberadaannya sangat penting untuk dijaga karena pengaruhnya sangat besar dalam mempengaruhi aktivitas hidup organisme yang menghuninya.
Beberapa contoh masalah pencemaran yang paling marak terjadi adalah pencemaran tanah dan air. Dampak penggunaan pestisida kimia dapat masuk dan mencemari lingkungan tanah sehingga kandungan humusnya berkurang. Kegiatan penambangan juga dapat mencemari tanah oleh logam berat berbahaya. Selain itu, pembuangan limbah pabrik yang mengandung zat kimia berbahaya atau yang dapat dikategorikan dalam limbah B3 dapat mencemari air tanah dan mengganggu kesehatan organisme penghuninya, misalnya dapat menyebabkan hujan asam, kurangnya sumber air bersih, tanaman menjadi kurang subur, bahkan menyebabkan infeksi penyakit berbahaya bila zat limbah itu masuk ke dalam tubuh organisme, dapat menyebabkan kematian ikan dan organisme lain, bahkan dapat menjadi karsinogenik.
Telah dilakukan beberapa upaya pengentasan dan penanggulangan masalah pencemaran ini, misalnya larangan dan sosialisasi dari pemerintah mengenai masalah pengolahan limbah pabrik namun masih ada saja pabrik yang membuang limbahnya sembarangan. Penanaman tumbuhan telah banyak dilakukan untuk mengurangi dampak limbah ini karena ada beberapa tumbuhan yang mampu menyerap kandungan logam berat tertentu, namun untuk menumbuhkan tumbuhan dibutuhkan jangka waktu tertentu dan kurang efektif apalagi masalah ini butuh segera diatasi karena efeknya dapat sangat berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu ilmuan berusaha mencari solusi bagi permasalahan ini, dan salah satu solusi tersebut adalah dicetuskannya teknologi biochar.
Menurut Zhang et al. (2013), biochar adalah bahan material yang merupakan jenis alkaline yang dapat meningkatkan pH tanah dan mampu menstabilkan logam berat dalam tanah/air. Kation dalam biochar  dapat berikatan dengan ion-ion dalam logam berat sehingga menurunkan bioavaibilitas logam-logam tersebut sehingga menjadi tidak berbahaya lagi. Biochar ada beberapa jenis tergantung dari jenis material penyusunnya berkaitan dalam kemampuan biochar dalam mereduksi logam berat. Misalnya jenis yang terbuat dari kayu dapat digunakan untuk mereduksi logam Cd dan Zn sedangkan yang terbuat dari bambu untuk mereduksi logam Cd saja dan harus dilakukan mekanisme elektrokinetik.

Biochar biasanya dipasang pada kran-kran rumah warga dengan dilapisi kain kasa atau kain khusus yang lubangnya cukup kecil atau disebar langsung di atas tanah yang terkontaminasi logam berat. Pemakaian yang lebih khusus dan dalam skala besar misalnya dapat dijadikan penyaringan pada saluran pembuangan limbah pabrik jadi dapat mengurangi toksisitas limbah pabrik. Meskipun begitu, biochar perlu diganti secara berkala, misalnya sebulan sekali, karena atom-atom pada biocharmemiliki daya ikatan yang tidak bertahan selamanya, daya ikat itu dapat melemah apabila digunakan secara terus-menerus. Oleh karena itu, perlu dilakukan pergantian secara berkala. Teknologi ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan konsep biochar ini agar lebih efektif dan efisien, namun penemuannya membawa perubahan besar dalam upaya konservasi lingkungan hidup karena penggunaannya mudah, murah, dan cukup efisien sehingga dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar